Cara Makan Yang Benar Bagi Penderita Diabetes Tipe 1

GELORAKAN.COM, -- Dalam pengobatan diabetes tipe 1, nutrisi yang tepat memegang peranan penting; makan terlalu banyak atau terlalu sedikit akan berdampak negatif pada hasil pengobatan.

Dokter Ta Thuy Linh, Kepala Departemen Nutrisi Klinis dan Dietetika, Rumah Sakit Endokrin Pusat, mengatakan diabetes tipe 1 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan seumur hidup. 

Penyakit ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menghancurkan sel Beta pankreas yang memproduksi insulin. Jika tidak segera didiagnosis dan diobati, serta gula darah yang dikontrol ketat akan menimbulkan banyak komplikasi berbahaya.

Dalam pengobatan diabetes tipe 1, nutrisi yang tepat memainkan peran yang sangat penting. Pasien perlu menjalani pola makan bergizi serta memilih makanan yang tepat yang kecil kemungkinannya menyebabkan hiperglikemia dan mencegah komplikasi.

Baca Juga : 3 Tips Menjaga Kesehatan Usus dari Pakar Oxforda

Pasien yang makan terlalu banyak atau makan terlalu sedikit dapat berdampak buruk pada hasil pengobatan. Namun, pasien seringkali tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk membangun pola makan yang masuk akal bagi dirinya sendiri. 

Oleh karena itu, untuk mendapatkan pola makan yang sesuai perlu dilakukan pemeriksaan gizi dan konsultasi dengan ahli gizi klinis.

Pati merupakan bahan terpenting dalam makanan penderita diabetes tipe 1 karena secara langsung mempengaruhi gula darah pasien. Makanan yang banyak mengandung pati antara lain nasi, bihun, pho, roti, jagung, kentang, singkong, permen, buah-buahan, minuman ringan. 

Penggunaan makanan bertepung secara berlebihan merupakan penyebab hiperglikemia paling sering terjadi pada penderita tipe 1 diabetes.

Baca Juga : Ini Rahasia Umur Panjang Masyarakat Okinawa, Tiga Makanan Ini Jadi Rahasianya...

Oleh karena itu, pasien perlu mengonsumsi pati dalam jumlah sedang dan mengikuti prinsip mengganti pati dalam jumlah yang setara. Artinya, jika Anda mengonsumsi lebih banyak makanan bertepung seperti bihun, pho, jagung, kentang, dan singkong, Anda perlu mengurangi jumlah nasinya. 

Pemilihan makanan yang kecil kemungkinannya meningkatkan kadar gula darah juga perlu ditekankan. Secara khusus, perlu membatasi makanan yang menyebabkan peningkatan cepat gula darah seperti roti putih, kue, ketan, minuman bersoda, dan permen.

Banyak buah-buahan segar seperti lengkeng, leci, dan anggur juga menyebabkan peningkatan gula darah dengan cepat, jadi jangan menyalahgunakannya. Pasien sebaiknya memilih biji-bijian dan makanan yang tidak menyebabkan hiperglikemia seperti nasi merah, roti hitam, dan biji-bijian; Buah-buahan yang tidak menyebabkan kadar gula darah tinggi seperti buah naga, mentimun, jambu biji, jujube...

Baca Juga :  Waspadai Gejala peringatan Flu, Menular dan Dapat Menimbulkan Komplikasi

Selain itu, mengonsumsi sayuran hijau dalam jumlah yang cukup (minimal 400-500g) setiap hari akan membantu penyerapan gula ke dalam darah lebih stabil dan membatasi penyebab hiperglikemia.

Bahan-bahan yang banyak mengandung protein dan lemak seperti daging, ikan, telur, dan minyak nabati memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap gula darah. Makanan-makanan ini perlu dimanfaatkan secara lengkap dan beragam untuk menghindari kekurangan gizi pada penderita diabetes.

Namun, makanan tinggi kolesterol seperti daging berlemak, kulit dan organ hewan dapat meningkatkan risiko aterosklerosis dan menyebabkan banyak penyakit kardiovaskular sehingga harus dibatasi. Makanan olahan seringkali mengandung banyak garam, yang dapat menyebabkan gagal ginjal dan tekanan darah tinggi.

Baca Juga : Atasi Masalah Kebutuhan Keuangan, Ini Tips dari OJK untuk Manfaatkan Pinjaman Online

Pasien juga dianjurkan untuk meningkatkan aktivitas fisik, memilih olahraga yang sesuai dan berolahraga minimal 30 menit per hari dan minimal 5 hari per minggu untuk lebih mengontrol gula darah dan mencegah gejala penyakit.

Selain catatan tentang pola makan, olahraga, dan penggunaan insulin yang tepat, penderita diabetes tipe 1 perlu mewaspadai komplikasi. Sebab, orang dengan kontrol gula darah yang baik pun tetap berpeluang terkena komplikasi penyakit tersebut.

Pastikan untuk menemui dokter jika Anda mengalami gejala: Kadar gula darah lebih tinggi; mati rasa, mati rasa atau nyeri pada kaki dan tungkai; memiliki masalah penglihatan; bisul atau infeksi pada kaki; depresi atau gangguan kecemasan.***

Sumber :  vnexpress 

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !